Maki-maki



kumaki matahari
karena telat bangun pagi

hari ini, aku mau bicara efisiensi
di kantor yang bosku naik mercy
“yang bikin perusahaan ini terkebiri
adalah bayar gaji-gaji”

kukencangkan dasi
lima jam bicara layout
proposal diubah ke warna-warni

sialan
mulut bos nyerocos tak henti-henti
soal
“ini bagusnya warna kuning atau pink?”

kujawab
“bagusnya warna pink!”

bos anjing!

bicara sana sini
kosong tanpa isi
asal perintah
“hey, kamu jangan begini!
harusnya ini warna kuning!”

sambil dia menyeruput
kopi susu sydney
yang harganya setara sewa LC

aku benci tempat ini
aku benci dasi ini

bos taik!
bau tengik!

makiku dalam hati

aku ingin mengundurkan diri

“ah, lebih baik aku beternak sapi saja
atau mungkin lebih baik jadi petani”

“petani apa?”
temanku panjul bertanya

“ah taik! petani apa pun!
kentang, terong, rawit, wortel,
bahkan tomat pun aku mau
asal aku tidak mati di tempat ini!”

aku tunggu hingga sore hari

ah, sampai di rumah nanti
aku mau checkout
barang lucu tak penting lagi

tak apa
perusahaan e-commerce raksasa itu
suka orang begini

aku ingin menambal
lubang di hatiku

oke!
sudah aku bayar
barang lucu tak penting itu
di gawaiku

mari tunggu paketnya datang
lalu tetap merasa kosong
setelah membukanya

esoknya?

aku maki matahari
karena telat bangun pagi lagi

dasi tetap kuikat
di ujung bajuku

paket kemarin
tetap aku tunggu

aku kembali memaki diriku

ah, lidah ini
lebih jinak dari dasi
yang kukencangkan sendiri

mari kita ulangi lagi

aku suka kekanakan ini

bos taik!
aku lebih taik!

Mario Andaru

Mario Andaru

Warga sipil yang kebetulan suka ghibahin perekonomian Indonesia.

Posting Komentar